Kuingin bercerita pengalamanku, disuatu hari ku pulang ke kampung halamanku... disana suasananya enak, tenang, sunyi, menyejukkan hati, dikala mendung hitam bergejolak diawan. berbanding terbalik asa terasa bila mengingat pengalaman hitam ku tinggal dirumahku yang dikota, ku slalu berdoa bila masalahku bisa terselesaikan, semakin lama semakin hitam kehidupan yang kurasa, akankah Tuhan memberikan kebebasan tuk memilih yang kusuka dan kuyakini ku pingin keluar dari rumahku dikota karena selain lingkungan-nya yang ku tak suka, ku juga tak suka hidup bagai terpenjara oleh belenggu-belenggu hitam sebuah pemikiran dan belenggu waktu. tapi ternyata kenyataan berkata lain, ku masih berjuang hidup disana dengan penyakit-penyakit yang kian lama makin menggerogotiku, seperti halnya kematian ibuku tiga tahun silam, dunia ini terasa gelap hitam tenggelam oleh kehilangan dan kepercumaan rasa ku lahir dikehidupan ini. ditambah kulihat dluar sana begitu hitamnya dunia ini, terlihat manusia-manusia yang salah arah terjun masuk di kubangan sampah seperti hitamnya oli, berpenyakit kelamin, mencari wanita tuna susila, perselingkuhan, pemerkosaan, sepertinya hidup ini tak ada lagi cinta suci, selai itu ku juga pernah menyukai memendam rasa suka pada seseorang bertahun-tahun ku beri nama dia blacky karena kulihat kecintaannya akan warna hitam yang sangat luar biasa, dari pakaianya, dsb. tapi ternyata dia menikah dengan orang lain, langsung cintaku yang semula berwarna merah muda berubah menjadi hitam. begitulah kisahku tentang hitam-nya perasaanku, hitam-nya duniaku, dan hitam-nya cintaku. sambil sesekali mendengarkan lagu Andra- Hitamku. good nite.
Jumat, 25 Juli 2014
hitam is black
Kuingin bercerita pengalamanku, disuatu hari ku pulang ke kampung halamanku... disana suasananya enak, tenang, sunyi, menyejukkan hati, dikala mendung hitam bergejolak diawan. berbanding terbalik asa terasa bila mengingat pengalaman hitam ku tinggal dirumahku yang dikota, ku slalu berdoa bila masalahku bisa terselesaikan, semakin lama semakin hitam kehidupan yang kurasa, akankah Tuhan memberikan kebebasan tuk memilih yang kusuka dan kuyakini ku pingin keluar dari rumahku dikota karena selain lingkungan-nya yang ku tak suka, ku juga tak suka hidup bagai terpenjara oleh belenggu-belenggu hitam sebuah pemikiran dan belenggu waktu. tapi ternyata kenyataan berkata lain, ku masih berjuang hidup disana dengan penyakit-penyakit yang kian lama makin menggerogotiku, seperti halnya kematian ibuku tiga tahun silam, dunia ini terasa gelap hitam tenggelam oleh kehilangan dan kepercumaan rasa ku lahir dikehidupan ini. ditambah kulihat dluar sana begitu hitamnya dunia ini, terlihat manusia-manusia yang salah arah terjun masuk di kubangan sampah seperti hitamnya oli, berpenyakit kelamin, mencari wanita tuna susila, perselingkuhan, pemerkosaan, sepertinya hidup ini tak ada lagi cinta suci, selai itu ku juga pernah menyukai memendam rasa suka pada seseorang bertahun-tahun ku beri nama dia blacky karena kulihat kecintaannya akan warna hitam yang sangat luar biasa, dari pakaianya, dsb. tapi ternyata dia menikah dengan orang lain, langsung cintaku yang semula berwarna merah muda berubah menjadi hitam. begitulah kisahku tentang hitam-nya perasaanku, hitam-nya duniaku, dan hitam-nya cintaku. sambil sesekali mendengarkan lagu Andra- Hitamku. good nite.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Makasih udah ikutan yaaa....jangan lupa pasang Bannernya juga :)
BalasHapusTerdaftar.